Jadwal Acara

Rabu, 22 Oktober 2014
  • 00:00 - Lanjutan SCTV FTV Utama: Seida...
  • 00:30 - Liputan 6 Malam
  • 01:00 - Siaran Langsung Supper Soccer
  • 01:30 - (LIVE) UEFA Champions League: ...
  • 04:00 - UEFA Champions League: AS Roma...
  • 05:00 - SL Liputan 6 Pagi
  • 06:00 - Was Was
  • 06:30 - SL Inbox
Kamis, 23 Oktober 2014
  • 00:00 - LanjutanKonser Geisha 1 Dekade
  • 00:30 - Liputan 6 Malam
  • 01:00 - Siaran Langsung Supper Soccer
  • 01:30 - (LIVE) UEFA Champions League: ...
  • 04:00 - UEFA Champions League: Galasat...
  • 05:00 - SL Liputan 6 Pagi
  • 06:00 - Was Was
  • 06:30 - SL Inbox
Jumat, 24 Oktober 2014
Sabtu, 25 Oktober 2014
  • 00:00 - SCTV FTV Utama: Tukang Sampah ...
  • 01:30 - Liputan 6 Malam
  • 02:00 - Buser
  • 02:30 - Highlight Liga Champions
  • 03:00 - UEFA Champions League: PFC CSK...
  • 03:30 - UEFA Champions League: Chelsea...
  • 04:00 - Kata Ustaz Solmed: Tahun Baru ...
  • 04:30 - SL Liputan 6 Pagi
Minggu, 26 Oktober 2014
Senin, 27 Oktober 2014


Schedule not available

Selasa, 28 Oktober 2014


Schedule not available

Live Streaming



Kafir Tidak Diterima Bumi

Tayang 17-04-2005 | Minggu | 21:30 - 23:30 WIB

Keterangan

Tayang
17-04-2005
Minggu
21:30 - 23:30
Pemain
Sujiwo Tedjo
Mariam Bellina
Subarkah
Alam Putra
Rating:
5/5 from 4 voters
APA mau dikata, akibat perbuatannya semasa hidup, mayat Kuntet Dilaga tidak diterima bumi dan keluar dari kubur. Nyi Saripah dan Bayu, anaknya, kemudian berusaha menarik mayat Kuntet untuk dikubur kembali. Saat itulah tiba-tiba, ada yang ingin melukai Nyi Saripah. Secara refleks, dia mengayunkan paculnya. Belakangan baru diketahui kalau lelaki yang berniat jahat tersebut adalah Suyahman, murid Kuntet. Atas kejadian tersebut, Nyi Saripah terpaksa ditahan polisi dan diminta menceritakan awal mula kejadiannya.

Adalah Suyahman, seorang ketua kampung, yang melihat tingkah aneh Kuntet. Lantaran itulah ia mengira kalau Kuntet sebagai dukun. Suyahman kemudian bersumpah akan menjadi murid Kuntet yang setia dan mematuhi semua perintahnya. Hingga suatu hari, Haji Damiri dan beberapa warga melihat teluh keluar dari tempat Kuntet. Dengan sepenuh hati mereka melafalkan ayat suci Al-quran. Akibatnya, teluh berhenti di tengah jalan. Nahas, teluh justru kembali pada Kuntet hingga menyebabkan kematiannya. Sama nahasnya, Suyahman, yang sudah bersumpah setia pada Kuntet, akhirnya mati dalam keadaan kafir.30

Kirim Komentar anda